Rabu, 16 Februari 2011

Tsunami


Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Tsunami (Japanese: 津 波; tsu = port, nami = wave, which literally means "big waves in the harbor") is the transfer of water bodies caused by changes in sea surface verticallywith a sudden. Changes in sea levelcould be be caused by an earthquake centeredunder the sea ,underwater volcanic eruptions ,underwater landslides ,or or a meteor hitthe ocean . Tsunami waves can propagate in all directions. Power contained in the tsunami wave height is fixed to the function and kelajuannya. In the deep ocean, tsunamiwaves can propagate with the speed of 500-1000 km per hour. Equivalent to the speed of aircraft. Deep-sea wave height is only about 1 meter. Thus, the wave speed is not feltby the ship which was in the middle of the sea. When approaching the coast, the tsunami wave velocity decreases to about 30 km per hour, but its height was increasedto reach tens of meters. Tsunami waves can go blow up to tens of kilometers from thebeach. Damage and casualties that occur because of the Tsunami can be caused by a blow of water and materials carried by the flow of tsunami waves.


Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

The negative impact caused by tsunamis are destroying everything in its path. Buildings,plants, and resulted in human casualties and causing inundation, salt watercontamination of agricultural land, soil, and clean water.

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.


Some of the meteorological conditions, such as tropical cyclones, storm surges cancause the so-called meteor tsunami wave height several meters above normal sea.When the storm made landfall, the shape can resemble the tsunami, although not atsunami. Wave could inundate the land. This storm surge had flooded the Burmese(Myanmar) in May 2008.


Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.

The area around the Pacific Ocean has the Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC)issued a warning that if there is threat of a tsunami on this region. The area around theIndian Ocean are building Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS), which will be based in Indonesia.

Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam

Historical evidence suggests that megatsunami is possible, which caused some islandsto sink

Penyebab terjadinya tsunami / The cause of the tsunami

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Tsunamis can occur if an interruption occurs that causes the movement of large amounts of water, such as volcanic eruptions, earthquakes, landslides or meteorite that fell to earth. However, 90% of the tsunami is an earthquake under the sea. In recording the history of some of the tsunami caused by the volcano eruption, for example when the eruption of Mount Krakatoa.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Vertical movement on the earth's crust, can lead to the ocean floor rise or drop suddenly, which resulted in disruption of water balance that is above them. This resulted in the energy flow of sea water, which when it reached the coast into a large wave that caused the tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
The speed of tsunami waves depends on the depth of the sea where the waves occurs, where the speed can reach hundreds of kilometers per hour. When the tsunami reaches the shore, its speed will be around 50 km / h and its energy is very damaging coastal areas in its path. In the midst of the tsunami wave height sea only a few centimeters to several meters, but when it reaches shore wave height can reach tens of meters due to a buildup of the water. When the tsunami reaches the coast of the mainland will crawl away from the coastline with a range of several hundred meters can even be a few kilometers.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
This vertical motion can occur on the earth fault or the fault. The earthquake also occurred in the subduction area, where the oceanic plate menelusup down the continental shelf.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
The landslide that occurred on the seabed and volcanic debris can also lead to disruption of sea water which can generate a tsunami. The earthquake caused perpendicular movement of the earth layer. As a result, the sea rose and fell abruptly so that the balance of sea water which is above them disturbed. Similarly, cosmic objects or meteor that fell from above. If the size of a meteor or landslide is big enough, can occur megatsunami reach hundreds of meters high.

Gempa yang menyebabkan tsunami / The quake that caused tsunami
• Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
• * An earthquake centered in the middle of the sea and shallow (0-30 km)

• Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
• * An earthquake with a strength of at least 6.5 on the Richter Scale

• Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun
• * An earthquake with a pattern of reverse fault or fault down

Tidak ada komentar:

Posting Komentar